Friday, December 10, 2010

Sombong

Definisi sombong

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”
(Luqman : 18)

PENGERTIAN SOMBONG
Definisi sombong oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits: “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia”
(Riwayat Muslim)

“Sombong adalah keadaan seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri. Memandang dirinya lebih besar dari pada orang lain, Kesombongan yang paling parah adalah sombong kepada Rabbnya dengan menolak kebenaran dan angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatan ataupun
mengesakan-Nya”. (Fathul Bari’ 10/601)

HUKUM SOMBONG
Sombong haram hukumnya dan termasuk dosa besar. Ayat diatas telah dengan tegas menjelaskannya.

Ibnu Katsir : ; mengatakan,; “Firman Allah ;” dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh” maksudnya janganlah
kamu menjadi orang yang sombong, keras kepala, lagi berbuat semenamena. Jangan kamu lakukan semua itu yang menyebabkan Allah akan
murka kepadamu” (Tafsir Ibnu Katsir 3/417)

“Tidak akan masuk sorga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi” (Riwayat Muslim)

Imam An Nawawi : ; berkata: “Hadits diatas berisi larangan dari sifat sombong, yaitu menyombongkan diri kepada manusia,
merendahkan mereka serta menolak kebenaran”(Syarh Shahih Muslim 2/269)

Entri ini di salin di sini

Tuesday, December 7, 2010

Dajjal

Kebelakangan ini, saya sering mendapat emel yang becerita tentang kemunculan dajjal. Ada yang mengaitkan dengan kisah seorang sami yang boleh bermain sihir di India, ada yang mengaitkan dajjal dengan Yahudi Israel malah ada juga yang mengatakan bahawa mantan Presiden Amerika, George W Bush adalah Dajjal.

Sebenarnya banyak kisah tafsiran dan hujah tentang Dajjal yang boleh didapati daripada Internet, buku-buku agama dan sebagainya. Di sini saya ingin berkongsi artikel tentang dajjal yang saya petik daripada blog: Abang Dani

Dajjal adalah seorang laki-laki dari anak Adam yang memiliki sejumlah sifat sebagaimana dalam beberapa hadits agar manusia mengetahuinya dan berhati-hati terhadapnya, sehingga apabila kelak ia muncul maka orang-orang mukmin dapat me-ngenalnya serta tidak terfitnah olehnya.

Sifat-sifat inilah yang membedakannya dari manusia lainnya sehingga tidak tertipu olehnya kecuali orang yang jahil yang bakal celaka. Kita memohon keselamatan kepada Allah.

DI ANTARA SIFAT-SIFAT DAJJAL
Dia adalah seorang muda yang berkulit merah, pendek, berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, matanya yang sebelah kanan buta, dan matanya ini tidak menonjol keluar juga tidak tenggelam, seolah-oleh buah anggur yang masak (tak bercahaya) dan matanya sebelah kiri ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan huruf kaf, fa’, ra’ secara terpisah, atau tulisan “kafir” secara bersambung / berangkai, yang dapat dibaca oleh setiap muslim yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis. Dan di antara tandanya lagi ialah mandul, tidak punya anak.

Berikut ini beberapa hadits shahih yang menyebutkan ciri-ciri tersebut, yang juga merupakan dalil akan munculnya Dajjal:

[1]. Dari Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Ketika saya sedang tidur, saya bermimpi melakukan thawaf di Baitullah…. ” Lalu beliau mengatakan bahwa beliau melihat Isa Ibnu Maryam ‘alaihissalam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan ciri-cirinya dengan sabdanya: “Dia itu seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah, berambut keriting, matanya buta sebelah, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak’ (tak bersinar). ” Para sahabat berkata, “Dajjal ini lebih menyerupai Ibnu Qathn [1] , seorang laki-laki dari Khuza’ah.” [Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid.Dajjal 13: 90: Shahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Dzikril Masih Ibni Maryam 'alaihissalam wal-Masihid Dajjal 2: 237].

[2]. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebut-nyebut Dajjal di hadapan orang banyak, lalu beliau bersabda:

“Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala itu tidak buta sebelah matanya. Ketahuilah. sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu buta.sebelah matanya yang kanan, seakan-akan matanya itu buah anggur yang tersembul. ” [Shahih Bukhari, Kitabul Fitan. Bab Dzikrid Dajjal 13: 90; dan Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 59].

[3]. Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda dalam menyifati Dajjal, bahwa dia adalah seorang muda yang berambut sangat keriting (kribo), sebelah matanya tak bercahaya, mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. [Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 65].

[4]. Menurut hadits yang diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Sesungguhnya Masih Dajjal itu seorang lelaki yang pendek dan gemuk, berambut kribo, buta sebelah matanya, dan matanya itu tidak menonjol serta tidak tenggelam. Jika ia memanipulasi kamu, maka ketahuilah bahwa Rabbmu tidak buta sebelah matanya.” [Aunul Ma'bud Syarah Sunan Abi Dawud 11: 443. Hadits ini derajatnya shahih. Periksa: Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 2: 317-318, hadits nomor 2455].

[5]. Dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Adapun Masih kesesatan itu adalah buta sebelah matanya. Lebar jidatnya, bidang dadanya bagian atas dan bengkok ” [Musnad Imam Ahmad 15: 28-30 dengan tahqiq dan syarah Ahmad Syakir. Dia berkata, "Isnadnva shahih. " hadits ini juga dihasankan oleh Ibnu Katsir. Periksa: An-Nihayah Fil Fitan wai Malahim 1: 130 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini].

[6]. Dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Dajjal itu buta matanya sebelah kiri dan lebat rambutnya. ” [Shahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 60-61].

[7]. Dalam hadits Anas Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Dan di antara kedua matanya termaktub tulisan “kafir” [Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 13: 91; dan Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothus Sa'ah, Bab sa’ah, bab Dzikrid Dajjal 18: 59].

Dan dalam satu riwayat disebutkan:

“Kemudian beliau mengejanya –kaf fa ra- yang dapat dibaca oleh setiap muslim. ” [Shahih Muslim 18: 59].

Dan dalam satu riwayat lagi dari Hudzaifah:

“Dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia tahu tulis baca maupun tidak. ” [Shahih Muslim 18: 61].

Tulisan ini (yang ada di antara kedua mata Dajjal) adalah hakiki, sesuai dengan lahirnya, dan tidak sukar untuk diketahui oleh sebagian orang (yang muslim) dan tidak diketahui oleh sebagian orang lagi (yakni orang kafir) [2] bahkan orang muslim yang buta huruf pun dapat membacanya. Hal ini disebabkan kemampuan memandang itu diciptakan oleh Allah bagi hamba-Nya bagaimana dan kapan saja ia berkehendak. Tulisan ini dapat diketahui oleh mukmin dengan pandangan matanya, meskipun dia tidak kenal tulis- menulis, dan tidak dapat diketahui oleh kafir sekalipun dia tahu baca tulis. sebagaimana halnya orang mukmin dapat mengetahui bukti-bukti kekuasaan Allah dengan pandangan matanya sedangkan orang kafir tidak mengetahuinya. Maka Allah menciptakan pengetahuan bagi orang mukmin tanpa mengalami proses belajar mengajar. sebab pada zaman itu memang terjadi hal-hal yang luar biasa. [Fathul-Bari 13: 100].

Imam Nawawi berkata, “Pendapat yang dipegang oleh para muhaqiq ialah bahwa tulisan ini nampak secara lahir dan hakiki (sebenamya) sebagai suatu tanda dan alamat yang diciptakan oleh Allah di antara sejumlah alamat atau tanda-tanda yang menunjukkan dengan qath’i akan kekafiran, kebohongan, dan kebatilannya (Dajjal). Dan tanda-tanda ini dinampakkan oleh Allah kepada setiap orang muslim yang tahu tulis baca maupun yang tidak tahu tulis baca, dan disembunyikannya untuk orang yang dikehendaki-Nya akan celaka dan terfitnah. Dan hal ini tidak dapat dihalangi sama sekali. ” [Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 18: 60]

[8]. Dan di antara sifat-sifatnya (ciri-cirinya) lagi ialah seperti yang disebutkan dalam hadits Fathimah binti Qais ra mengenai kisah Al-Jasasah yang di dalam kisah (riwayat) itu Tamim Ad-Dari ra berkata. “…. Lain kami berangkat dengan segera sehingga ketika kami sampai di biara tiba-tiba di sana ada seorang yang sangat besar (hebat) dan diikat sangat erat….” [Shahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa'ah, Bab Qishshotil Jasasah 18: 81].

[9]. Dalam hadits Imron bin Husein Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Artinya : Semenjak diciptakannya Adam hingga datangnya hari kiamat tidak ada makhluk yang lebih besar[3] daripada Dajjal. ” [Shahih Muslim 18: 86-87].

[10]. Dajjal tidak punya keturunan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Abi Sa’ad Al-Khudri ra dalam kisahnya bersama Ibnu Shayyad. Kata Ibnu Shayyad kepada Abu Sa’id, “Saya bertemu orang banyak dan mereka mengira saya ini Dajjal. Bukankah Anda pernah mendengar Rasulullah saw bersabda bahwa Dajjal tidak punya anak (keturunan)?” Abu Sa’id menjawab, “Betul” Ibnu Shayyad berkata lagi,” Padahal saya punya anak….” [Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikri Ibnu Shayyad 18: 50].

Perlu diperhatikan bahwa dalam riwayat-riwayat di muka disebutkan bahwa Dajjal itu buta matanya yang sebelah kanan. sedangkan pada riwayat yang lain disebutkan bahwa matanya yang butanya adalah sebelah kiri. padahal semua riwayat itu shahih ini merupakan suatu kemusykilan. Ibnu Hajjar berpendapat bahwa hadits Ibnu Umar yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang menyifati Dajjal buta matanya yang sebelah kanan adalah lebih kuat daripada riwayat Muslim yang mengatakan bahwa yang buta adalah matanya sebelah kiri, sebab hadits yang disepakati shahihnya oleh Bukhari dan Muslim Iebih kuat daripada lainnya. [Fathul-Bari 13: 97]

Al-Qadhi‘ Iyadh berpendapat bahwa kedua belah mata Dajjal itu cacat. sebab semua riwayatnya shahih. Yang satu tidak bercahaya (ath-thafi’ah, dengan memakai huruf hamzah) yakni buta, dan ini untuk mata yang sebelah kanan sebagaimana. disebutkan dalam hadits Ibnu Umar. Dan matanya yang sebelah kiri ditumbuhi oleh daging pada sudutnya yang dapat menutupi sebagian atau seluruh lensanya (ath-thafiyah) dengan menggunakan huruf ya’), dan ini yang dimaksud dengan buta matanya sebelah kiri. Jadi masing-masing mata Dajjal itu cacat. yang satu tidak dapat melihat sama sekali dan satunya cacat dengan ditumbuhi daging. Imam Nawawi mengomentari jalan jama’ (kompromi) seperti yang dikemukakan Qadhi ‘iyadh itu sangat bagus (Syarah Muslim 2: 235) dan dikuatkan pula oleh Abu Abdillah Al-Qurthubi [At-Tadzkirah: 663].

[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]
_________
Foote Note
[1]. Ibnu Qathan: namanya Abdul ‘Uzza bin Qathan bin Amr Al- Khuza’i. Ada yang mengatakan bahwa dia itu berasal dari kalangan Bani Musthaliq dari suku Khuza’ah. Ibunya bernama Halah binti Khuwailid. Ibnu Qathan tidak memiliki hubungan kesahabatan dengan Rasululiah saw karena dia telah meninggal pada zaman jahiliah. Adapun tambahan riwayat yang mengatakan bahwa dia pemah bertanya kepada Nabi saw, “Apakah keserupaannya denganku itu membahayakan bagiku?” Lalu Nabi menjawab, “Tidak, engkau muslim sedang dia kafir” adalah tambahan yang dha’if dari riwayat Al-Mas’udi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang dicampur dengan hadits lain. Periksa: Ta’liq Ahmad Syakir atas musnad Ahmad 15: 30-31; Al-lshobah Fi Tamyizish-Shahabah 4: 239, dan Fathul-Bari 6: 488 dan 13: 101).
[2]. Berbeda dengan pendapat orang yang mengatakan bahwa ini adalah majaz sebagai penanda zaman. Dan ini adalah pendapat yang lemah. Periksa: Syarah Muslim oleh An-Nawawi 18: 60-61; dan Fat-hul-Bari 13: 100.

[3]. Dalam Catalan kaki Shahih Muslim 4: 2267 terbitan Maktabah DaWan -Indonesia dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “lebih besar” di sini ialah lebih besar fitnah dan bahayanya / perusakannya. (Penj).

Judul Asli : Sifat-Sifat Dajjal Dan Hadits-Hadits Yang Berkenaan Dengannya
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1071/slash/0

Monday, November 1, 2010

Penculik Kanak-kanak di AEON Jaya Jusco AU3 Keramat..

Saya ingin berkongsi sedikit peristiwa mencemaskan yang berlaku kepada seorang rakan saya bar-baru ini.

Pada malam Jumaat 29/10/2010, rakan saya dan isteri hampir-hampir kehilangan anak lelakinya yang berusia setahun lebih di Jaya Jusco AU3 Keramat, KL.

Menurut rakan saya ini, peristiwa berlaku sekelip mata. Anaknya berjalan sentiasa di hadapan beliau dan dalam jangkauan tangannya. Cuma ketika di kawasan pakaian, anaknya ini dengan pantas berlari masuk ke celah-celah pakaian. Rakan saya ini cuba menangkap, tetapi terlepas. Beliau kemudianb segera masuk ke celahan pakain itu mencari anaknya tetapi tidak berjumpa.

Peristiwa ini berlaku dalam jangkaan berberapa saat sahaja. Beliau dan isterinya yang sedang sarat mengandung cuba mencari di kawasan sekitar, namun gagal. Habis semua pakaian diselak dengan bantuan beberapa orang pekerja JJ. Pihak pengawal keselamatan juga dimaklukan dan mereka mengarahkan semua pengawal mencari dan mengawal ketat kesemua pintu keluar.

Selepas lebih kurang hampir dua jam, anaknya kemudian dijumpai di kawasan permaian kanak-kanak, keseorangan dalam keadaan ketakutan.

Berdasarkan rakaman CCTV, anaknya itu telah dibawa ke tandas oleh seorang wanita persis warga asing (Indonesia). Wanita itu dipercayai cuba menukar pakaian atau penampilan anak rakan saya itu. Usaha itu gagal kerana tandas penuh. Beliau kemudian kelihatan cuba untuk membawa kanak-kanak itu keluar tetapi gagal kerana setiap pintu keluar telah dikawal ketat oleh pengawal. Beliau juga dilihat membawa kanak-kanak tersebut ke serata tempat di dalam JJ... mungkin cuba mencari jalan keluar.

Alhamdulillah, berkat doa dan tindakan pantas semua pihak terlibat, usaha jahat wanita itu gagal dan beliau meninggalkan kanak-kanak itu dikawan permaianan tanpa mengapa-apakannya. Tahniah kepada penngawal keselamatan dan staff JJ...!

Peristiwa ini benar-benar menjadi pengajaran kepada rakan saya itu, dan juga saya yang biasa melepaskan anak-anak bermain di JJ sambil berjalan-jalan...

Semoga peristiwa ini juga dapat menjadi pengajaran kepada kita semua agar sentiasa berusaha untuk lebih menjaga/mengawasi anak-anak,dsb, berwaspada serta bertawakal kepada Allah. Dia yang maha melindungi... Wallahu'alam.

Monday, August 16, 2010

Tiket Ekspres


Bulan lepas, Ketika ke Bandung, Indonesia, bersama GM PTS, saya menaiki penerbangan Air Asia dengan tiket Expres Boarding Special. Tiket ini harganya lebih RM25.00 daripada tiket biasa.

Kelebihan tiket ini, saya dapat duduk di barisan hadapan yang memberikan sedikit ruang kaki yang selesa untuk penumpang berbadan besar seperti saya (walau pun tidak sampai sekaki luas daripada tempat duduk bisa)

Kelebihan yang ke dua juga amat berguna. Di saat penumpang semua berebut-rebut beratur di ruang berlepas, pemegang tiket ini akan dipanggil menaiki pesawat terlebih dahulu tanpa perlu beratur (ketika di Bandung, penumpang di panggil dengan nama mereka!).

Apabila nama saya dan En Fauzul dipanggil, saya melihat mata-mata penumpang lain seakan cemburu apabila melihat kami melangkah menaiki pesawat tanpa perlu beratur. Malah perjalanan kami keluar dari balai berlepas dan menaiki pesawat diiringi oleh pramugari.

Itu sahaja.

Memang menyeronokan mendapat layanan yang sedikit istimewa, namun juah di sudut hati saya berasa insaf.

Di dunia ini, saya dapat tempat istimewa seperti menaiki pesawat tanpa beratur, diiringi pramugari dan diberi keselesaan dengan hanya membayar sedikit wang tambahan. Namun adakah di akhirat nanti, saya boleh membeli keistimewaan sedemikian?

Alangkah nikmatnya, jika di Padan Mahsyar, dalam lautan manusia yang berasak berhimpun di bawah panas terik membara, nama saya dipanggil masuk terlebih dahulu melalui pintu-pintu VIP. Seperti mana pintu Al-Rayyan memanggil-manggil mereka yang berpuasa agar terlebih dahulu masuk melaluinya. Malah mereka disambut dan diiringi oleh bidadari syurga.

Lamunan saya tersentak apabila mengingatkan kata-kata Sayyid Maulana al-Maududi, “Sesungguhnya manusia ini menyangka mereka amat mudah untuk masuk ke syurga”...

Benarlah, sesungguhnya, apabila melihat kepada amalan yang dilakukan didunia ini seolah-olah diri ini berasakan mudahnya untuk masuk ke syurga. Amalan yang dilakukan tidak menggambarkan betapa bersungguhnya diri ini hendak menempah tiket ke syurga Allah. Tiket yang hanyak boleh dibayar dengan iman dan ihsan.

Masa didunia ini adalah masa membina iman untuk menempah tiket VIP di akhirat nanti.

Saya mahu jadi pemengang tiket istimewa, dengan layanan yang istimewa.

Sekiranya Air Asia sekarang sedang rancak menawarkan jualan istimewa tiket percutian, maka Air Akhirat juga pada bulan Ramadan yang mulia ini sedang mengadakan Jumbo Salesnya untuk penerbangan istimewa di sana nanti..

“Ya Allah, terimalah amalan ibadah ku sepanjang Ramadan ini dan kurniakanlah aku keberkatan malam seribu bulan... aminn”

Wallahu'alam.

Friday, August 13, 2010

Khutbah Nabi saw mengenai Ramadhan

Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkat, rahmat dan keampunan.

Inilah bulan yang paling afdhal di sisi ALLAH. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling afdhal. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling afdhal. Detik-detiknya adalah detik-detik yang paling afdhal.

Inilah bulan di mana kamu semua diundang menjadi tetamu ALLAH. Inilah bulan di mana kamu semua dimuliakan olehNYA. Di bulan ini nafas-nafasmu dihitung sebagai tasbih. Tidurmu dihitung sebagai ibadah. Amal-amalmu diterima. Doa-doamu dimakbulkan.

Bermohonlah kepada TUHANmu dengan niat tulus dan hati yang suci agar DIA membimbingmu ketika menjalani puasa dan membaca KitabNYA yang mulia.

Celakalah orang yang tidak mendapat keampunan ALLAH di bulan yang agung ini. Kenanglah kelaparan dan kehausan di hari kiamat ketika kamu rasa lapar dan dahaga ketika berpuasa di bulan ini. Bersedekahlah kepada faqir dan miskin. Muliakan orang yang lebih tua dari kamu. Sayangi yang lebih muda dari kamu. Sambungkanlah tali persaudaraan sesama ummah.

Jaga lidahmu. Tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal dipandang. Tahanlah telingamu dari apa yang tidak halal didengar.

Kasihilah anak-anak yatim, nescaya anak-anak yatimmu dikasihi manusia setelah kematianmu.
Bertaubatlah kepada ALLAH dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu solatmu. Itulah saat yang paling utama kerana ketika itulah ALLAH AZZA WA JALLA memandang hamba-hambaNYA dengan penuh kasih sayang. DIA mendengar kita ketika kita berbisik-bisik (munajat) kepadaNYA. DIA datang kepada kita ketika kita memanggilNYA. DIA mengabulkan doa-doa kita ketika kita berdoa kepadaNYA.

Wahai manusia! Sesungguhnya dirimu tergadai kerana perbuatanmu. Bebaskan dirimu dengan banyak-banyak memohhon ampun (beristighfar) kepadaNYA. Bahumu berat menanggung beban dosa-dosamu. Dengan itu, ringankanlah bebanmu dengan bersujud lama-lama.

Ketahuilah! Sesungguhnya ALLAH SWT bersumpah dengan kemuliaanNYA bahawa DIA tidak akan menyiksa orang-orang yang mendirikan solat dan orang-orang yang bersujud. DIA juga bersumpah bahawa DIA tidak akan menghumban mereka ke dalam api neraka pada hari manusia dibangkitkan menuju TUHAN sekalian alam.

Wahai manusia! Barangsiapa di antara kamu memberi buka (ifthar) kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi ALLAH nilainya sama dengan membebaskan seorang hamba. Dia juga diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Sahabat-sahabat ra bertanya : “Ya RasulALLAH! Tidak semua kami mampu berbuat demikian”. RasulULLAH saw menjawab : “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan setengah belahan buah kurma. Jagalah diri kamu dari api neraka walaupun dengan seteguk air. Sesungguhnya ALLAH SWT tetap memberi pahala kepada orang yang beramal walaupun sedikit amalnya, jika ia benar-benar tidak mampu melakukan lebih dari itu.”

Wahai manusia! Siapa yang memperindah akhlaknya di bulan ini, ia akan berjaya melintasi Sirat pada Hari Qiamat ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan beban pekerjaan pembantu dan pegawainya di bulan ini, ALLAH akan meringankan beban hisabNYA di Hari Qiamat.

Barang siapa menahan keburukannya di bulan ini, ALLAH akan menahan murkaNYA pada hari ia berjumpa denganNYA. Barangsiapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, ALLAH akan memuliakannya pada hari ia berjumpa denganNYA.

Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini ALLAH akan menghubungkan dia dengan kasih sayangNYA pada hari ia berjumpa denganNYA.

Barangsiapa yang memutuskan silaturrahim di bulan ini, ALLAH akan memutuskan ia dengan kasih sayangNYA pada hari ia berjumpa denganNYA.

Barangsiapa melakukan solat sunat di bulan ini, ALLAH akan mencatat baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan solat fardhu, baginya ganjaran 70 kali solat fardhu di bulan yang lain.

Barangsiapa memperbanyak selawat kepadaku di bulan ini, ALLAH akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa membaca satu ayat Al Quran di bulan ini, ganjarannya seperti mengkhatam al Quran pada bulan lainnya.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu di bulan Ramadhan ini. Maka mohonlah kepada TUHANmu agar pintu-pintu syurgaNYA tidak akan tertutup bagimu sampai bila-bila.

Sesungguhnya pintu-pintu neraka tertutup bagimu di bulan Ramadhan ini. Maka mohonlah kepada TUHANmu agar pintu-pintu lubang neraka akan terus tertutup bagimu sampai bila-bila.

Sesungguhnya syaitan-syaitan terbelenggu di bulan Ramadhan ini. Maka mohonlahlah kepada TUHANmu agar syaitan-syaitan tidak akan lagi menguasaimu sampai bila-bila.

Amirul mukminin ‘Ali bin Abi Thalib kw berkata : “Aku berdiri dan berkata : “Ya RasulALLAH! Apakah amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi saw : “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan ALLAH SWT.”

Courtesy Encik Kamarudin Bin Mohamed (SRP1981)

Tuesday, July 27, 2010

Mengajar anak bersolat


Kawan-kawan bercerita tentang anak sembahyang (solat).
"Anak saya rajin bersolat. Usia baru 4 tahun. Apabila masuk sahaja waktu, dia terus mengambil sejadah."

"Anak saya jarang sekali meninggalkan solat sejak umurnya 6 tahun"

"Apabila anak saya sudah masuk darjah satu baru saya hendak menyuruh dia bersolat"

"Anak saya ini, liat sangat hendak bersolat. Kalau baru 7-8 tahun susah hendak bersolat, sudah besar nanti macam manalah."

"Saya susah hendak suruh anak saya solat."

"Macamana saya hendak suruh anak saya rajin solat berjamaah?"

Ini adalah antara cabaran yang dihadapi oleh ibu bapa dalam mengajar anak bersolat. Ada yang sudah bersolat dan rajin berjamaah dan begitulah sebaliknya.

Pengalaman saya mendidik anak solat adalah berpandukan dua hadis nabi ini:
"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pernah solat sambil menggendong (cucunya) Umamah binti Zainab binti Rasulullah s.a.w iaitu anak Abi al-‘As bin Rabi'. Ketika Rasulullah berdiri, beliau mengendong anaknya dan ketika beliau sujud, diturunkannya.” (direkodkan oleh Imam Muslim)

"Kami keluar bersama Rasulullah s.a.w. untuk bersolat ‘Isya, baginda membawa bersama cucunya Hasan atau Husain ketika solat. Nabi s.a.w. memanjangkan/melamakan sujudnya kerana cucunya naik/duduk di atas belakang beliau semasa sujud." (direkodkan oleh an-Nasai)
Ini tip mengajar anak sembahyang yang dilakukan oleh Rasulullah. Rasulullah membawa anak-anak kecil solat bersama, walaupun mereka belum faham dan hanya pandai merangkak. Amalan ini secara tidak langsung menjadikan mereka biasa dengan suasana bersolat.

Anak-anak belajar dengan menjadikan ibu bapa sebagai model utama mereka. Ibu bapa yang mengamalkan solat berjamaah dan bawa anak kecil bersama akan lebih memberi kesan kepada anak daripada hanya menyuruh mereka.

Ini termasuk membawa mereka bersama ke masjid, supaya mereka biasa solat berjamaah di masjid dan rapat dengan masjid sejak dari kecil. Cuma dalam keadaan ini ada beberapa perkara yang perlu diambil kira seperti kebersihan pakaian mereka (suci dari najis) dan sebagainya.

Ibu bapa boleh mengamalkan doa yang Allah ajar dalam al-Quran, surah Ibrahim ayat 40:
رَبِّ اجْعَلْنِى مُقِيمَ الصَّلوةِ وَمِن ذُرِّيَتِى
(Wahai Tuhanku! Jadikanlah saya orang yang mendirikan sembahyang dan demikianlah juga anak-anak serta keturunan saya.)
Kata 'pepatah, meluntur buluh biar dari kecil'.

Wallahu'alam.

Monday, July 26, 2010

Projek Terjemahan Quran Khusus untuk Saudara Baru

Pautan daripada UNIKA

PTS Darul Furqan Memulakan Projek Terjemahan Quran Khusus untuk Saudara Baru

Tuan Faris Hasbullah, pengurus PTS Darul Furqan Sdn. Bhd. memberitahu bahawa anak syarikat itu sekarang sedang menjalankan projek menterjemah Quran yang ditujukan khusus untuk bacaan golongan saudara-saudara baru.

Menurut beliau, meskipun pasarannya kecil, PTS tetap akan menerbitkannya disebabkan Quran seperti itu sangat diperlukan bagi membantu para saudara baru memahami apa yang tertulis dalam kitab itu.

Salah satu ciri saudara baru adalah penguasaan Bahasa Melayu mereka yang tidak setinggi penutur asli bahasa itu. Saudara baru itu mungkin orang Cina, India, Kadazan, Iban ataupun Orang Asli, oleh hal yang demikian mereka memerlukan terjemahan yang betul-betul mudah difahami.

Justeru terjemahan Quran yang kini sedang diusahakan oleh PTS akan menggunakan perkataan dan frasa-frasa yang belum pernah digunakan dalam edisi-edisi terjemahan yang sedia ada dalam pasaran.

Contoh terjemahan untuk saudara baru:

LEMBU BETINA

01 Alif Lam Mim

02 Dalam buku Al-Qur'an itu tiada terdapat sebarang keraguan di dalamnya, lalu ia menjadi panduan bagi orang yang takut kepada Allah,

03 Iaitu orang yang percaya wujudnya alam yang tidak dapat dilihat oleh mata, yang melakukan sembahyang, dan yang menyalurkan sebahagian harta yang Kami berikan bagi tujuan kebaikan,

04 Dan mereka adalah orang yang mempercayai apa yang Kami sampaikan kepadamu. Begitu juga dengan apa yang diturunkan sebelummu. Dan mereka yakin dengan kedatangan hari akhirat.

05 Justeru, merekalah orang yang menerima panduan daripada Tuhan mereka, dan pastilah mereka menjadi orang yang berjaya.

06 Orang kafir itu betul-betul serupa sahaja, sama ada kamu berikan kepada mereka peringatan ataupun tidak, mereka tetap tidak percaya.

Tuesday, July 20, 2010

Lelaki dan perempuan

Kata Prof Dr John Gray, penulis dan pakar komunikasi intim yang terkenal:

Man & woman is different.

It is important to remember that men and women have reciprocally different natures. Men and women need to appreciate these differences, and cease expecting each other to act and feel the way they do.

  1. Men love to have their abilities recognised and appreciated, and hate to have them scorned or ignored; women love to have their feelings recognised and appreciated, and hate to have them scorned or ignored.

  2. Men don't rate feelings highly as in their view they can result in hotly impassioned, wildly unstable behaviour; women don't rate abilities highly as in their view they can result in coldly dispassionate, aggressively competitive behaviour.

  3. Men like to work on their own, and exercise their abilities by solving problems quickly and singlehandedly; women like to co-operate, and exercise their feelings through interactive communication with one another.

  4. Men value solutions, and view unsolicited assistance as undermining their effort to solve problems alone; women value assistance, and view unsolicited solutions as undermining their effort to proceed interactively.

  5. Men desire that their solutions will be appreciated; women desire that their assistance will be appreciated.

  6. When faced with tough problems, men become non-communicative so they can work out how best to help themselves, while women become communicative so that others can work out how best to help them.

  7. Men like to demonstrate their abilities by being allowed to solve problems without interference; women like to demonstrate their feelings by being allowed to relate problems without interference.

  8. When men do communicate, they like to get to the point, and generally only want to listen if they feel the conversation has a point; women enjoy talking for its own sake, and are happy to listen unconditionally.

  9. A man's instinct is to look after himself, even if it means sacrificing others; a woman's instinct is to look after others, even if it means sacrificing herself.

  10. Men talk in very literal terms for the purpose of relaying information; women employ artistic licence and dramatic vocabulary to fully express and relate their feelings.

  11. Men like to sort their thoughts out before communicating them, and have the tendency to become distant and non-communicative as they ponder their concerns. Women like to sort their thoughts out in the process of communicating them, and have the tendency to pour forth a litany (long tedious speech) of general grievances as they relate their concerns.

  12. When a man is troubled, he does not want his partner to express concern for him, but loves to be told that the problem is easily within his abilities to rectify. When a woman is troubled, she loves her partner to express concern for her, but does not want to be told that the problem is a simple one to solve.

  13. Men feel validated and gratified when they are left to sort things out by themselves, and feel undermined by being offered sympathy or unsolicited assistance. Women feel validated and gratified by being offered sympathy or unsolicited assistance, and feel undermined when they are left to sort things out by themselves.

  14. Men periodically bolt for cover when they suddenly fear that their self-sufficiency is becoming threatened.

  15. Women periodically sink into a depression when they feel it is time for emotional cleansing and resolution.

  16. Men demand the right to be free from time to time; women demand the right to be heard from time to time. When a man feels free he finds it easier to support a woman’s need to be heard; when a woman feels heard she finds it easier to support a man’s need to be free.

  17. When men make mistakes they become frustrated and angry, and are best left alone until they calm down.

  18. Men consider apologies to be admissions of guilt; women view apologies as expressions of compassion. This difference of perception is why men are generally much less willing to apologise than women.

  19. When engaged in an argument, men use strong and aggressive words to ensure that they win the argument, and women are frequently forced to back down in the face of a totally determined and implacable opponent. Men then feel that they have won the argument, but it is a hollow victory as their partners have not changed their views, but merely buried them in order to avoid an ever-escalating conflict.

  20. Men feel loved if their efforts at giving are appreciated; women feel loved according to what they receive.

  21. For women, loving someone means knowing and attending to their needs without waiting to be asked, and so a loved person should never have to ask for anything as their needs ought to be anticipated ahead of time.

  22. So women give unconditionally, and proactively seek ways to help others, whereas men only give when they feel that their efforts will be fairly appreciated and rewarded, and often will not know how or what to give without being specifically asked.

  23. Men often quickly suspend giving when feeling pleased about having done something; women may only suspend giving when feeling displeased with their partners for doing nothing.

  24. Men value results; for women it’s the thought that counts. Consequently, men value big things much more than do women, who feel more appreciated by receiving lots of little gifts instead. A woman may consider a bunch of flowers to be just as good a proof of love as an entire month of hard work towards paying the bills.

  25. To ease the pain and win love, men often obsessively seek success, and women obsessively seek perfection.

  26. Men may use anger, ego, or oblivion (such as burying themselves in their work) to avoid vulnerable feelings of pain or fear; women may lapse into depression or confusion to avoid having aggressive feelings of anger.

  27. Men love to do things which are appreciated, and hate to do things which are demanded. Criticising him or giving excessive instructions will make him feel more like a slave than a loved and trusted partner.

  28. Men love to prove their worth through the things they do, but they generally wait to be asked, and take a long time to learn to offer their services unsolicited. Women should therefore control their expectations of men being able to anticipate their needs, ask for help without making it sound like a demand because they resent the need to do so, and appreciate the help they receive even though it needed to be requested first.


Ini teori dan kajian barat. Islam bagaimana? Kita rujuk al-Quran dan Sunnah.

Wallahu'alam

Sumber: http://www.wikisummaries.org/Men_Are_From_Mars,_Women_Are_From_Venus