Friday, June 27, 2008

Starbucks vs Buku

Adakah pelajar Malaysia lebih gemar bersantai di Kopitiam atau Starbucks berbanding di perpustakaan, sehinggakan perlu dibuka kedai kopi mewah itu di IPTA?

Mungkinkah tempat tersebut lebih selesa dan tenteram untuk menelaah pelajaran sambil melayari WiFi berbanding di perpustakaan yang tidak menyediakan sebarang kudapan kecuali yang dibawa sendiri sorok-sorok...

Mungkin juga sesetengah pelajar kita berpendapat, lebihan duit pinjaman PTPTN, biasiswa dan sebagainya itu harus dilaburkan di kedai-kedai kopi demi kecemerlangan masa depan mereka berbanding di kedai-kedai buku.

Jika benarlah demikian itu, maka tidak hairan statistik tabiat membeli bahan bacaan pelajar kita di IPTA secara purata sepanjang 6 semester pembelajaran adalah seperti berikut...

NEGARA - BUKU - JURNAL - MAJALAH - JUMLAH

Brunei - 26 - 9 - 11 - 46

Indonesia - 94 - 21 - 30 - 145

Thailand - 56 - 14 - 27 - 97

India - 13 - 23 - 41 - 196

Austria - 180 - 56 - 23 - 259

Estonia - 88 - 42 - 18 - 148

Latvia - 61 - 27 - 17 - 105

MALAYSIA - 12 - 3 - 3 - 18


(Statistik ini dipetik daripada nota Professor Emiritus Dr Abdullah Hassan dalam satu bengkel Bahasa Melayu Tinggi di Kuala Lumpur. Statistik berdasarkan kajian seorang pensyarah kanan, Jabatan Pengajian Media, Universiti Malaya)

Wallahu'alam

P/S : mohon maaf kepada pembaca. Statistik di atas tidak keluar dalam bentuk jadual yang sepatutnya, walaupun sudah dicuba beberapa kali... dan masih lagi mencuba..

No comments: